Seharian tak Pulang, Pegawai PT GBS Ditemukan Tewas Tersambar Petir

Screenshot
banner 120x600
banner 468x60

LON.COM, PALI – Kabar duka menyelimuti warga Desa Betung Barat, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Sutrisno alias Gancu Bin Malisin, seorang Pegawai Harian Lepas (PHL) di PT Golden Blonsum Sumatera (GBS), ditemukan meninggal dunia pada Minggu (15/02/2026) pagi. 

Sutrisno diketahui bekerja di bidang pengecekan kedalaman air di lingkungan perusahaan PT. GBS yang berlokasi di Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten PALI.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Sutrisno meninggal diduga akibat tersambar petir. Dugaan ini diperkuat dari kondisi tubuh korban yang ditemukan terdapat bekas seperti terbakar.

Selain tubuh korban terbakar, dilokasi kejadian warga juga menemukan adanya bantal guling yang terbakar dan tiang pondok kayu yang terbelah diduga kuat tersambar petir.

Asisten Manager Divisi I PAM (Plasma Abab Makmur) PT GBS, Heri BW, membenarkan adanya dugaan tersebut.

“Meski demikian ini masih diduga tersambar petir karena melihat dari kondisi korban ada bekas seperti terbakar di tubuhnya,” ujar Heri.

la juga menjelaskan bahwa pada Sabtu (14/02/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, di wilayah tersebut sempat terjadi gerimis yang disertai suara petir yang cukup keras.

“Memang kemarin sekitar jam satu siang suasana disana gerimis dan terdengar suara petir yang keras,” tutup Heri. Dilansir dari laman potret andalas

Sekira pukul 07.00 WIB pada minggu pagi Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Sebelumnya, sehari sebelum korban ditemukan, pihak keluarga telah melakukan pencarian setelah istri korban menceritakan kepada keluarganya karena korban tidak kunjung pulang ke rumah tanpa kabar.

Mengetahui adanya laporan warga, pihak kepolisian sektor Penukal Abab bersama aparat TNI mendatangi lokasi kejadian, melakukan evakuasi korban, dan langsung dibawah ke Puskesmas Abab untuk dilakukan visum.

Atas kejadian ini paradigma buruk bermunculan dari sejumlah warga. Warga menyayangkan informasi kejadian ini baru diketahui setelah satu hari, dan kabar tersebut justru diperoleh dari pihak keluarga korban, sementara rekan korban maupun mandor pihak PT GBS seakan-akan tidak mengontrol bawahannya.

“Sangat disayangkan mengapa informasi kejadian ini baru diketahui setelah satu hari dan kabarnya justru dari keluarga, bukan dari pihak perusahaan. Padahal kan ada mandornya,” ungkap seorang warga Betung yang enggan disebutkan namanya.

Bersama pemberitaan ini, warga berharap, pihak perusahaan lebih memperhatikan pegawainya agar hal serupa tak terulang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *