Silaturahmi Cik Ujang di Muara Enim Jadi Simbol Kedekatan Pemerintah dengan Masyarakat

banner 120x600
banner 468x60

LON.COM, Muara Enim – Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang menghadiri Pengajian Akbar dalam rangka Harlah ke-10 Pondok Pesantren Hidayatul Muttadiin sekaligus Haul Ummi Liliyin ke-4 di Desa Sigam, Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, pada Minggu (10/5/2026).

Cik Ujang yang juga merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel ini, hadir ditengah ribuan jamaah, didamping Firdaus Hasbullah, S.H.,M.H Politisi Partai Demokrat yang kini tengah menduduki kursi unsur Pimpinan di DPRD Kabupaten PALI.

Kehadiran Cik Ujang bersama rombongan disambut antusias ribuan jamaah yang memadati lokasi kegiatan. Dalam sambutannya, Cik Ujang mengaku bahagia melihat semangat kebersamaan masyarakat yang mengikuti rangkaian pengajian akbar tersebut.

Sementara Firdaus Hasbullah mengatakan, bahwa kehadiran orang nomor 2 di Sumsel tersebut menjadi simbol kuat, bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang memperkuat nilai-nilai spiritual, ukhuwah, dan kebersamaan di tengah masyarakat 

“Ulama dan umaro harus berjalan beriringan. Pemerintah membutuhkan nasihat, do’a, serta kesejukan bersama para ulama agar pembangunan yang dijalankan tidak hanya membawa kemajuan secara fisik, tetapi juga menghadirkan keberkahan bagi masyarakat,” Kata Firdaus

Firdaus juga, mengatakan, jika pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, cinta tanah air, dan memiliki semangat persatuan.

Menurut Firdaus, momentum Harlah ke-10 Pondok Pesantren Hidayatul Muttadiin Sigam menjadi ruang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. 

“Kehadiran beliau merupakan bentuk silaturahmi dengan berbagai kalangan, ini juga merupakan kewajiban moral sekaligus tanggung jawab pemerintah provinsi dalam membangun sinergi dan harmonisasi antara Pemerintah Provinsi, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten kota”. Pungkas Firdaus

Melalui kegiatan pengajian akbar yang berlangsung penuh khidmat itu, menjadi bukti kuat bahwa nilai-nilai religius tetap menjadi pondasi penting dalam kehidupan masyarakat di Sumatera Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *