Tiga Wartawan PALI Dinyatakan Kompeten dalam UKW Kompas-KG Media di Palembang

banner 120x600

Liputanokenews.com, PALEMBANG — Sebanyak 29 insan pers dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan serta Jambi berkumpul di Palembang untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Kompas dan KG Media bekerja sama dengan Google ini berlangsung selama dua hari, 16–17 Oktober 2026, di Amaris Hotel Palembang.

Atmosfer ujian yang berlangsung ketat tetap dibalut suasana hangat dan akrab. Para peserta menguji kapasitasnya di hadapan enam penguji profesional yang didatangkan langsung dari Jakarta dan Bangka Belitung.

Ketua Dewan Kompetensi KG Media, Paulus Tri Agung Kristanto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan seri ketujuh dari rangkaian program UKW hasil kolaborasi strategis dengan Google. Dukungan ini bertujuan memacu profesionalisme pers dalam menghadapi tantangan era teknologi digital termasuk kecerdasan buatan (AI) sekaligus mengawal isu-isu lokal krusial seperti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Menjadi seorang wartawan, jurnalis, atau pewarta di negara kita ini memang tidak mudah. Namun, kita bersyukur karena Google berkomitmen mendukung perjuangan kita,” tegas Paulus di hadapan para peserta.

Meskipun diselenggarakan tanpa memungut biaya, LUKW Kompas menerapkan standar pengujian yang sangat ketat dan profesional. Seluruh peserta, baik pada jenjang Muda, Madya, maupun Utama, mendapatkan porsi tantangan yang sama. Tim penguji tak segan menetapkan status “belum kompeten” bagi peserta yang nilainya berada di bawah ambang kelulusan.

Selama dua hari penuh, para peserta berkutat dengan simulasi dan berbagai soal tugas jurnalistik melalui laptop masing-masing. Ketegangan akhirnya mencair saat pengumuman hasil kelulusan dibacakan.

Tiga jurnalis asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI): Hengky, Syamsudin, dan Fatur Rohim, tampak menghela napas lega setelah seluruh perjuangan mereka membuahkan hasil manis dengan dinyatakan kompeten.

“Alhamdulillah, kami dinyatakan kompeten. Ini adalah tantangan sekaligus pemantik bagi kami untuk terus meningkatkan kapasitas serta kualitas karya jurnalistik,” ujar Hengky penuh syukur usai pengumuman.

Pesan menyentuh juga disampaikan oleh Syamsudin, peserta UKW jenjang Madya. Ia memberikan semangat dan dorongan moral bagi rekan-rekan yang belum berhasil dalam kesempatan kali ini.

“Ini bukan sekadar soal status kompeten atau tidak, melainkan tentang peluang untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik bagi profesi jurnalis,” ungkap Syamsudin saat diwawancarai Liputanokenews.com.

Melalui program ini, para insan pers diharapkan semakin terpacu untuk menjaga integritas, memperkuat kapasitas, serta merawat dedikasi dan profesionalisme dalam menyajikan informasi yang terpercaya bagi masyarakat.(Fr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!