Wujud Kearifan Lokal Tetap Terjaga, Tanam Padi Gogo Warisan Budaya di PALI

banner 120x600
banner 468x60

Liputanokenews.com, PALI – Tradisi menanam padi gogo terus dilestarikan oleh masyarakat di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan. Bagi masyarakat PALI, menanam padi gogo bukan sekadar aktivitas pertanian, tetapi juga bagian dari tradisi turun-temurun yang patut dijaga.

Padi gogo sendiri adalah jenis padi yang ditanam di lahan kering atau tanah tadah hujan, bukan di sawah yang tergenang air. Sistem pengairannya hanya mengandalkan curah hujan, sehingga cocok untuk daerah-daerah dengan keterbatasan irigasi. Padi ini juga dikenal sebagai terobosan untuk menambah luas tanam padi nasional di lahan yang kurang subur.

Penanaman padi gogo, biasanya masyarakat PALI menggunakan benih lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Berbeda dengan padi sawah yang umumnya dijual ke pasar, hasil panen padi gogo sendiri kebanyakan tidak diperjualbelikan. Sebaliknya, padi gogo disimpan sebagai cadangan pangan keluarga dan diberikan sebagai hadiah bagi warga yang mengadakan hajatan seperti pernikahan dan lain sebagainya, sebagai bentuk toleransi sesama warga, yang harus dilestarikan

“Menanam padi gogo sudah menjadi kebiasaan kami sejak dulu. Padi ini lebih dari sekadar sumber makanan, tetapi juga simbol kebersamaan dan gotong royong di desa kami sejak zaman dahulu,” ujar Juasir, petani Desa Betung Barat Kecamatan Abab Kabupaten PALI, Minggu (12/10/25).

Dalam kegiatan tanam padi gogo ini, masyarakat menggunakan benih unggul yang dihasilkan dari hasil penen petani sebelumnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanpa menghilangkan nilai tradisional yang telah mengakar di masyarakat.

Juasir turut mengapresiasi semangat petani dan berharap pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi pertanian dan pelestarian budaya lokal.

“Ini tradisi yang bagus, selain memperkuat nilai-nilai sosial di masyarakat, tradisi ini juga mendorong ketahanan pangan. Kami berharap pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat dapat memberikan dukungan melalui bantuan benih yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan produktivitas yang lebih baik, tanpa mengubah tradisi yang sudah ada,” ujar Juasir

Menurut Juasir kegiatan pertanian menanam padi gogo tidak hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan warisan budaya yang terus dijaga. Pungkasnya

Sementara proses penanaman padi gogo sangatlah mudah dan praktis, tanpa menggunakan alat traktor atau alat bajak sawah yang moderen, yang nilainya sangat memboroskan kocek.

Bahan yang harus dipersiapkan dalam proses penanaman padi gogo adalah sebagai berikut : Pertama petani harus mempersiapkan lahan siap tanam, dengan cara membakar lahan, jika tidak dibakar maka padi gogo tubuh dengan tidak sehat, setelah itu bersihkan lahan, hingga siap digunakan, kemudian kita siapkan kayu berukuran panjang 150 hingga 180cm, dengan ukuran besar paralon 3/4” yang diruncingkan ujungnya, berfungsi untuk membuat lubang benih. Selanjutnya siapkan benih unggul hasil panen para petani sebelumnya dengan menyesuaikan luas lahan yang akan ditabur benih. Terakhir siapkan wadah benih, agar memudahkan petani saat proses penanaman.

hasil liputan media ini dilapangan, kaum laki-laki berperan menuggal (membuat lubang benih), sementara kaum perempuan berperan menabur benih mengikuti barisan laki-laki dengan cara berbaris, agar benihnya tertabur dengan sempurna.

Setelah benih ditabur, petani bisanya mengetahui benihnya tubuh dengan subur atau sebaliknya setelah satu minggu kemudian. Untuk panen, petani harus menunggu selama enam bulan kemudian. (FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *