PALI. LONC – Shalat Jum’at adalah salah satu kewajiban bagi Umat Islam. Seperti yang tertulis didalam Kitab Suci Al-Qur’an Surat Al-Jumu’ah Ayat 9, yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”.

Dengan seruan itu umat Islam diseluruh penjuru, setiap hari jum’at berbondong-bondong datang kemasjid-masjid untuk melaksanakan shalat jum’at secarah berjama’ah.
Selain melakukan kewajiban sebagai umat muslim, hari jumat juga dipercaya sebagai hari yang diberkati Allah SWT. yang memiliki banyak makna dan keutamaan istimewa didalamnya.
Maka tak heran jika umat islam diberbagai media sosial mulai dari tiktok, instagram, facebook, hingga media elektronik lainnya, membuat berbagai statement atau ulasan tentang “Jum’at barokah”,
Seperti yang diketahui media ini, ada kebiasaan unik yang dilakukan para pengurus beserta jama’ah Masjid Djohar Al-Kautsar Desa Karang Agung Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang jarang ada ditempat lain. Uniknya usai melaksanakan shalat jum’at para jam’ah tidak langsung bergegas pulang kerumah, melainkan berkumpul dipelataran masjid sambil menikmati berbagai hidangan menarik seperti kopi, susu, Es teh, mineral dan makan-makanan ringan lainnya.
Hj. Mulya isteri dari H. Simantri selaku penanggungjawab hidangan mengaku, jika Kebiasan unik ini telah dilakukan warga Karang Agung sejak diresmikannya masjid Djohar Al-Kautsar pada tahun 2020 lalu.


“Kegiatan ini terus dilakukan setiap hari jum’at, kecuali pada bulan Ramadhan,” ujar Hj. Mulya kepada media ini, sambil berkemas menyiapkan hidangan pada jum’at (21/11/25).
Lebih lanjut Hj. Mulya menjelaskan dana yang ia dapat untuk membeli atau membuat makanan dan minum yang ia sediakan, bukan mengambil dari kas masjid melainkan hasil dari sumbangan dan sedekah dari warga setempat setiap minggunya.
“Menunya tergantung dari besaran sumbangan atau sedekah dari warga, kalau uangnya banyak Tekarang menunya bisa lontong, rujak dan lain sebaginya, melihat kondisi keuangan.” Tutup Hj. Mulya
Sementara ditempat yang sama, Ali Wardana Kepala Desa Karang Agung, mengungkapkan kebiasaan ini dilakukan warga sebagai bentuk wadah bersilaturahmi antar sesama warga usai melaksanakan shalat jum’at.
“Sengaja makanan dan minuman ini disediahkan secara gratis untuk para jama’ah, sambil ngopi jama’ah bisa saling sapa bertanya kabar dan bercanda ria.” Ujar Ali Wardana
Melalui kebiasaan seperti ini, diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain, untuk menambah daya tarik warga dalam menghidupkan suasana keharmonisan serta kesejahteraan masjid. (FR)


















