
PALI, LONC – Setelah melalui rangkaian panjang penampilan penuh karya, kreativitas, dan semangat seni dari berbagai kelompok seni, akhirnya Festival Candi Bumi Ayu Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang telah berjalan sejak 21 November 2025 kemarin resmi ditutup pada 24 November 2025.
Acara yang berlangsung di Gelora 10 November pendopo malam itu, ditutup langsung oleh Bupati Asgianto, ST yang didamping oleh Ketua Tim Penggerak PKK PALI Dwi Septaria, S.E.
Dalam sambutannya Bupati Asgianto mengapresiasi seluruh partisipasi masyarakat yang telah ikut serta mengikuti dan mensukseskan acara Pestival Candi Bumi Ayu PALI 2025.
“Kegiatan ini merupakan kegiatan pestival perdana, jika ini disupport masyarakat dengan baik, maka ini akan kita jadikan agenda tahunan di Kabupaten PALI,” ujar Asgianto
Menurut Asgianto kegiatan pestival ini bukan hanya menghibur masyarakat PALI, namun ini adalah sebuah wadah kesempatan bagi masyarakat PALI untuk menorehkan pestasi dan bakatnya melalui kegiatan ini, sehingga kedepan PALI semakin dikenal oleh masyarakat luas.


Lebih lanjut Asgianto juga mempromosikan hasil design Batik khas PALI, yang dibuat dan dirancang oleh putra dan putri Kabupaten PALI.
“Baju yang saya pakai sekarang, ini adalah murni buatan warga PALI, ini sebuah kebanggan bagi kita semua. Mari kita jadikan Festival ini sebagai inspirasi untuk terus melestarikan seni budaya daerah.” Tutup Asgianto
Melalui kegiatan ini, tentunya menjadi bukti nyata bahwa seni teater tetap hidup, berkembang, dan mampu menjadi ruang ekspresi bagi para seniman serta generasi muda untuk terus berkarya.
Acara yang berdurasi selama 6 jam ini, tampak dihadiri oleh Bupati PALI Asgianto, ST, Wabup Iwan Tuaji, S.H, Wakil Ketua II DPRD PALI Firdaus Hasbullah, S.H.,M.H, OPD, Forkopimda, serta ribuan masayarakat PALI, yang dihibur oleh Pemkab PALI Band, Batas Senja dan NdarBoy.(FR)


















