LONC, PALI – (GEMAR), Gerakan Ayah Mengambil Raport anak disekolah kini menjadi sorotan serius bagi warga di Indonesia, pasalnya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) resmi meluncurkan Edaran Gerakan Ayah Mengambil Raport. Gerakan ini diluncurkan sebagai upaya konkret mendorong kehadiran figur ayah di ruang-ruang penting tumbuh kembang anak, khususnya di lingkungan sekolah.

Tidak sedikit yang menilai pengambilan raport pada sekolah melibatkan orang tua dipandang tidak ada efek penting bagi anak. Padahal, momen pengambilan raport bagi orang tua adalah titik temu penting antara rumah dan sekolah. Disinilah pendidikan tidak lagi sekadar urusan akademik, melainkan proses kolaborasi orang tua, guru, dan anak.
Seperti yang disampaikan KH. Aman Rohman, SQ.,S.Ag Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Qur’an Betung Selatan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Jika gerakan ini bukan sekedar menunaikan edaran pemerintah saja, namun gerkan ini memiliki dampak besar bagi anak.

“Momen seperti ini patut dijadikan agenda tahunan, karena selain kita bisa bertatap muka antara wali murid dengan dewan guru dan anak, momen seperti ini secara tidak langsung memberikan kesehatan emosional, motivasi belajar, serta pembentukan karakter anak.” Ujar Aman Rohman dalam sambutannya Saat gelaran acara pembagian raport tingkat SMP dan SMA Amania Ponpes Nurul Qur’an pada Sabtu, (20/12/25).
Lebih lanjut Aman Rohman juga berharap kepada ratusan wali siswa untuk terus menjalin komunikasi serta kerjasama dengan dewan guru dalam pengawasan anak.
“Terima kasih telah menitipkan para anak-anak disini, kami juga berharap para orangtua untuk tidak lalai dalam mengawasi kegiatan anak-anak saat berada diluar jam sekolah, agar karakter serta ilmu yang telah diberikan bisa dimanfaatkan dengan baik, kelak anak-anak kita ini menjadi generasi yang bermanfaat dan membanggakan keluarga, agama dan negara.” Tutup Aman Rohman
Sementara Taufik Efendi wali siswa mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak sekolah yang telah mendidik para peserta didik, dia juga menyakini Pondok Pesantren Nurul Qur’an mampu membimbing para pserta didik menjadi anak yang berakhlaqul karimah.
Acara pembagian raport ini dihadiri ratusan wali siswa, tokoh masyarakat, dewan guru serta peserta didik tingkat SMP dan SMA Amania Pon-Pes Nurul Qur’an.

Melalui kegiatan ini, menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dan sekolah untuk menekan angka fatherless yang masih tergolong tinggi di Indonesia. (FR)
















