Pemkab PALI dan PLN Jajaki Sinergi Pangkas Biaya Listrik UMKM

banner 120x600
banner 468x60

LON.COM, PALI – Kabar gembira datang bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Di tengah tantangan fluktuasi harga bahan baku yang kerap mencekik dunia usaha, sebuah langkah nyata kini sedang diupayakan pemerintah daerah demi menjaga napas perekonomian kerakyatan.

Pada Kamis (4/6/2026), Pemerintah Daerah melalui Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten PALI, Abdurrohman, S.Pd., M.Pd., melakukan audiensi dan bertemu langsung dengan Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pendopo Kabupaten PALI, Mochamad Dede Irawan. Pertemuan strategis ini berfokus pada satu misi penting yakni penerapan tarif listrik khusus bagi pengusaha UMKM yang memenuhi persyaratan.

“Langkah ini kami ambil sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung UMKM. Kami ingin memastikan para pelaku usaha lokal bisa mendapatkan struktur biaya yang lebih ramah kantong, khususnya di sektor energi,” ujar Abdurrohman di sela-sela pertemuan.

Bagi sebuah usaha, listrik bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan urat nadi operasional. Karakteristik UMKM sangat berbeda dengan rumah tangga biasa, mereka membutuhkan daya yang lebih besar dan jam operasional yang jauh lebih panjang.

Melalui skema PLN, pelanggan bisnis termasuk UMKM sebenarnya dikategorikan dalam Golongan Tarif B (Bisnis). Golongan ini memiliki struktur harga khusus yang dirancang untuk mendukung produktivitas, berbeda dari tarif sosial maupun rumah tangga.

Sinergi antara Dinas Koperasi dan PLN PALI ini diharapkan mampu menjadi bantalan ekonomi bagi para pelaku usaha. Berikut adalah proyeksi dampak positif jika penerapan tarif khusus ini berjalan optimal:

Pertama Efisiensi Biaya Operasional. Membantu menekan pengeluaran rutin bulanan secara signifikan. Kedua Daya Tahan Krisis, Menjadi solusi jitu saat harga bahan baku di pasaran sedang tidak stabil atau mengalami kenaikan.Ketiga, Peningkatan Daya Saing. Dengan biaya produksi yang ditekan, UMKM PALI bisa menawarkan harga produk yang lebih kompetitif.

Melalui audiensi ini, kedua belah pihak berencana membuat komitmen baru untuk merumuskan langkah-langkah teknis agar penyaluran tarif khusus ini tepat sasaran kepada para pelaku UMKM PALI yang memenuhi kriteria. 

Diharapkan, jika program ini berjalan mulus, wajah cerah dan optimisme baru dipastikan akan menyelimuti geliat ekonomi kreatif di Bumi Serepat Serasan.(FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *