LON.COM, PALI – Suasana khidmat sekaligus penuh semangat menyelimuti gedung kampus Pondok Pesantren Nurul Qur’an (PPNQ) Betung Selatan pada Senin, 6 Juli 2026. Puluhan siswa-siswi baru resmi disambut untuk memulai perjalanan akademis dan spiritual mereka di SMP serta SMA Amania di bawah naungan Yayasan PPNQ.
Mengusung tema besar “Belajar demi masa depan, lintas ruang dan waktu, prestasi dalam ridho illahi”, momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini dirancang sebagai gerbang awal mencetak generasi unggul yang melek zaman namun tetap berakar pada nilai-nilai agama.
Kepala Sekolah SMP Amania, Muhammad Fathan Akbar, ST., M.UD, dalam sambutan hangatnya mengucapkan selamat datang kepada seluruh siswa-siswi baru yang telah memilih SMP Amania sebagai rumah belajar mereka.

Akbar juga sempat membawa kilas balik perjalanan panjang lembaga ini. Berdiri sejak tahun 2001, Pondok Pesantren Nurul Qur’an terbukti konsisten bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang semakin maju dan adaptif mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas Qur’ani-nya.
Lebih dari sekedar pengenalan aturan, Kegiatan MPLS ini turut mendapat apresiasi langsung dari Dewan Pendidikan Kabupaten Pali, Ramlan Setiawan, S.Pd., yang juga bertindak sebagai salah satu dewan pendidik di SMP Amania.
“Hari ini adalah masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Anak-anak baru akan dikenalkan aturan-aturan sekolah sebelum nantinya mereka aktif belajar di ruang kelas masing-masing,” ujar Ramlan saat memberikan pengarahan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan PPNQ, KH. Aman Rohman, SQ., S.Ag, menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar formalitas program pemerintah. Lebih dari itu, momen ini adalah wadah krusial untuk mempererat silaturahmi antara pihak sekolah, guru, dan para wali murid.


“Tak kenal maka tak cinta, tak cinta maka tak sayang. Lewat momen ini, kita bangun jembatan komunikasi yang kuat antara sekolah dan orang tua,” ungkap KH. Aman Rohman.
Siapkan mentalitas lewat Al-Qur’an dan Ceramah, KH. Aman Rohman juga membeberkan program unggulan yang membedakan SMP dan SMA Amania dengan sekolah umum lainnya. Di sini, para siswa akan dibekali dengan suplemen pembelajaran khusus berupa pendalaman baca-tulis Al-Qur’an serta pelatihan ceramah (khitobah). Program ini dirancang khusus untuk mengasah mentalitas, rasa percaya diri, dan keterampilan komunikasi publik para santri sejak dini.
Sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan MPLS, prosesi sakral dilakukan berupa penyematan kalung tanda peserta kepada perwakilan siswa baru.


Acara pembukaan ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya: KH. Aman Rohman, SQ., S.Ag (Ketua Yayasan Ponpes Nurul Qur’an), Muhammad Fathan Akbar, ST., M.UD (Kepala Sekolah SMP Amania), Ramlan Setiawan, S.Pd (Dewan Pendidikan Kabupaten Pali), Puluhan dewan guru, staf, wali siswa, serta seluruh santri baru SMP dan SMA Amania yang siap menyongsong masa depan cerah.(FR)















