Remaja Putri Asal SMA AMANIA Sukses Emban Tugas Pembawa Baki HUT ke-81 RI di Kecamatan Abab

banner 120x600

LIPUTANOKENEWS.COM, (Abab) – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di halaman Kantor Camat Abab menyisakan momen yang begitu membanggakan. Di balik khidmatnya prosesi pengibaran bendera, sorot mata penonton tertuju pada satu sosok penuh percaya diri: Nadine Sawitri.

Gadis remaja kelahiran 19 Agustus 2011 ini sukses menjalankan tugas berat dan sakral tanpa cela sebagai pembawa baki sangsaka merah putih. Keberhasilan gemilang ini bahkan membuat para penonton terpukau hingga memberikan apresiasi berupa tepuk tangan meriah dan saweran spontan.

Lahir dari pasangan almarhum Mastri Syukur dan ibunda tercinta Shelawati, Nadine adalah cerminan anak muda yang tangguh. Saat ini, siswi kelas 10 SMA Amania Betung yang beralamat di Desa Betung Barat ini membuktikan bahwa latar belakang keluarga yang sederhana sama sekali bukan halangan untuk mencetak prestasi gemilang.

Tidak hanya berprestasi di lapangan upacara, Nadine dikenal di lingkungan sekolah maupun tempat tinggalnya sebagai sosok yang ramah, mudah bergaul, dan memiliki kepedulian tinggi. Karakter positif ini turut dikonfirmasi oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Qur’an Betung Selatan, KH. Aman Rohman, SQ., S.Ag.

“Nadin adalah anak yang aktif dan memiliki jiwa sosial yang luar biasa. Selama di sekolah, ia dikenal sangat membumi dan tidak pernah membeda-bedakan teman,” ungkap KH. Aman Rohman penuh bangga.

Di balik seragam Paskibraka yang gagah, tersimpan cita-cita mulia. Remaja yang hobi bersosialisasi ini mantap mematok masa depannya untuk mengabdi kepada negara sebagai seorang Polisi Wanita (Polwan).

Momen sukses membawa baki tentu tidak diraih Nadine secara instan. Ada cucuran keringat, latihan keras, serta disiplin tinggi yang ia jalani bersama tim.

Selepas sukses mengibarkan bendera, Nadine menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah membimbingnya:

  • Para dewan guru pembina
  • Panitia tingkat kecamatan
  • Kakak-kakak senior pelatih Paskibraka
  • Jajaran aparat TNI dan Polri

“Keberhasilan ini bukan milik saya sendiri, melainkan keberhasilan kita semua. Tanpa dukungan penuh dari pihak sekolah dan keluarga, tentu kami tidak akan sampai di titik ini,” tutur Nadine dengan rendah hati.

Ia juga berpesan kepada adik-adik tingkatnya yang bermimpi mengikuti jejaknya di kancah Paskibraka agar senantiasa giat belajar, menjaga semangat, serta menanamkan jiwa sosial yang kuat agar kehadiran mereka bisa membawa manfaat bagi banyak orang.

Di tengah kerumunan penonton yang bersorak bangga, sang ibunda, Shelawati, tak mampu menyembunyikan rasa haru. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyaksikan buah hatinya sukses menunaikan tugas negara dengan sempurna.

“Sebagai orang tua, saya tentu merasa sangat senang dan bangga melihat Nadin di lapangan tadi,” ucap Shela singkat namun sarat akan makna emosional.

Kisah Nadine Sawitri menjadi bukti nyata bahwa semangat juang, ketulusan bergaul, dan kerja keras mampu mengantarkan seorang anak dari desa sederhana menuju panggung kehormatan yang menginspirasi banyak orang.(FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *