LIPUTANOKENEWS.COM, PALI – Pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan infrastruktur yang memadai, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan siap terjun ke dunia kerja. Kesadaran inilah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi melalui berbagai program pelatihan.

Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan operator alat berat yang digelar di Gedung Orkes, Kecamatan Talang Ubi, Senin (2/11/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Pemkab PALI melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) tersebut diikuti sekitar 100 peserta.
Bagi sebagian masyarakat, kesempatan mengikuti pelatihan ini bukan sekadar memperoleh pengetahuan baru. Lebih dari itu, keterampilan mengoperasikan alat berat bisa menjadi bekal untuk membuka peluang pekerjaan di tengah kebutuhan tenaga kerja yang semakin beragam.
Dalam dunia konstruksi dan pembangunan infrastruktur, operator alat berat memiliki peran penting. Mulai dari pekerjaan pembukaan lahan, pengerjaan jalan, hingga berbagai proyek pembangunan lainnya, semuanya membutuhkan tenaga operator yang memiliki kemampuan dan pemahaman teknis.
Karena itu, pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada kemampuan mengoperasikan mesin. Peserta juga diarahkan memahami prosedur pengoperasian serta pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Hal ini menjadi penting mengingat pekerjaan menggunakan alat berat memiliki risiko yang tidak kecil. Kesalahan dalam pengoperasian dapat berdampak terhadap keselamatan operator maupun orang-orang di lingkungan kerja.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Bupati PALI melalui Asisten II, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dukungan juga datang dari jajaran Polres PALI. Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., diwakili Kasat Binmas AKP Hendrinadi, S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Hendrinadi menekankan pentingnya keseimbangan antara keterampilan teknis dan kesadaran terhadap keselamatan kerja.
“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi para peserta dalam mengoperasikan alat berat. Selain keterampilan teknis, aspek keselamatan kerja juga harus menjadi perhatian utama agar setiap pekerjaan dapat dilaksanakan secara profesional dan sesuai prosedur,” ujarnya.
Pada akhirnya, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana keterampilan tersebut dapat diterapkan dan membuka kesempatan kerja.
Harapannya, sekitar 100 peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi bagian dari tenaga kerja lokal yang kompeten dan mampu mengambil peran dalam pembangunan Kabupaten PALI.
Sebab, pembangunan daerah akan semakin bermakna ketika masyarakatnya bukan hanya menikmati hasil pembangunan, melainkan juga memiliki kesempatan dan kemampuan untuk menjadi bagian dari proses tersebut.














