LON.COM, PALEMBANG – Membelah jalur darat Sumatera Selatan selalu punya cerita sendiri. Hal itulah yang tercermin saat Gubernur Sumsel, Herman Deru, memutuskan untuk “turun gunung” dengan cara yang berbeda. Menunggangi kendaraan bersama komunitas otomotif, ia bertolak dari Griya Agung menuju Muaraenim pada Minggu pagi (19/7).

Halaman Griya Agung mendadak bising oleh deru mesin. Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, resmi melepas sekaligus memimpin langsung konvoi jalur darat bersama komunitas mobil.
Namun, jangan salah sangka. Agenda kali ini bukan sekadar ajang unjuk gigi komunitas otomotif. Di balik kemudi, Herman Deru membawa misi penting: memantau langsung progres pembangunan flyover Muara Enim, termasuk mengulik titik krusial yang masih terkendala pembebasan lahan.
Tak melulu soal aspal dan beton, perjalanan ini juga mengusung misi sport tourism. Jalur Semendo sengaja dipilih untuk mengangkat potensi wisata hijau Sumsel. Rombongan dijadwalkan melakoni tradisi Panen Padi Tunggu Tubang di Semendo Darat, serta mencicipi langsung destinasi kebun stroberi yang jadi magnet wisata baru di sana.

Aksi turun ke jalan ini juga diramaikan oleh deretan tokoh penting, mulai dari Dirut Bank Sumsel Babel Muhammad Suryadi, Walikota Prabumulih H. Arlan, Bupati OKI Muchendi Mahzareki, hingga jajaran Kepala OPD Pemprov Sumsel dan para pegiat otomotif setempat.(red)















