LIPUTANOKENEWS.COM, PALI — Perjalanan hidup Ila Kisni, warga Desa Betung Barat, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), adalah sebuah pengingat bahwa di balik kerapuhan mental seseorang, selalu ada ruang bagi kehangatan keluarga dan uluran tangan sesama.

Nama Ila sempat menjadi sorotan publik tatkala kondisinya yang kurang terkontrol membuatnya viral di tengah masyarakat. Berkat pendampingan Dinas Sosial Kabupaten PALI serta perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar, Palembang, secercah harapan sempat menyapa; kondisi Ila berangsur membaik.
Namun, angin ujian kembali menguji ketabahannya. Pemulihan yang masih rapuh itu harus diuji ketika kedua orang tuanya terpaksa merantau dan bekerja jauh demi menyambung hidup. Ditinggal sosok terdekat membuat emosi Ila kembali labil dan sulit dikendalikan.
Dalam badai cobaan tersebut, harapan tidak sepenuhnya padam. Hanya ada Tuasim H. Yunus, sang paman,yang dengan penuh kesabaran merawat dan memerhatikan keponakannya seorang diri.
Tanpa lelah, Tuasim terus berikhtiar mencari jalan keluar agar Ila mendapatkan perawatan medis yang layak secara berkelanjutan. Ia mendambakan satu hal yang sederhana: melihat keponakannya benar-benar pulih,menemukan kembali ketenangannya, dan hidup mandiri meski jauh dari pelukan orang tua kandung.
Jeritan hati sang paman akhirnya sampai kepada H. Kristian, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten PALI dari Fraksi PDI Perjuangan. Tergerak oleh rasa tanggung jawab moral dan kemanusiaan, legislator berhati nurani ini langsung bergerak cepat.
Pada Rabu, 4 November 2026, H. Kristian bersama stafnya, didampingi oleh Fadli dan Wawan dari Dinas Sosial Kabupaten PALI, mendampingi langsung proses rujukan Ila kembali ke RSJ Ernaldi Bahar Palembang agar mendapatkan penanganan medis yang komprehensif.
Tak berhenti sampai di situ, pada hari yang sama, H. Kristian dan rombongan juga meninjau Panti PGOT (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) di Palembang. Langkah proaktif ini disiapkan sebagai tempat singgah dan pembinaan yang aman bagi Ila setelah dinyatakan sembuh nanti, memastikan ia mendapat lingkungan yang kondusif sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Tak berhenti pada bantuan pribadi, H. Kristian turut menggalang dukungan dengan berkoordinasi bersama BAZNAS Kabupaten PALI demi mencarikan solusi tambahan biaya pengobatan Ila.
“Selain bantuan yang sudah saya serahkan secara pribadi, kami juga akan berkoordinasi dengan BAZNAS Kabupaten PALI agar ada solusi tambahan untuk membantu seluruh kebutuhan pengobatan Ila,” ujar H. Kristian.
Langkah nyata yang ditunjukkan H. Kristian meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga. Dengan penuh rasa haru dan syukur, Tuasim menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sang wakil rakyat.
“Ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Pak H. Kristian yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan perhatian untuk turut membantu pengobatan Ila. Ini merupakan sikap dan perbuatan teladan yang patut dicontoh oleh wakil rakyat lainnya,” ungkap Tuasim saat dihubungi Liputanokenews.com melalui sambungan WhatsApp, Kamis (5/11/2026). Di PALI.
Kisah Ila Kisni bukan sekadar cerita tentang pemulihan kesehatan mental, melainkan potret indah tentang gotong royong, kepedulian keluarga yang tak pernah lelah, serta hadirnya wakil rakyat yang benar-benar menjadi penyambung lidah sekaligus pelayan hati bagi masyarakatnya.(Red)












