LON.COM, PALI – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sukses menyelenggarakan workshop jurnalistik dengan tema “Optimalisasi Sosial Media untuk Jurnalis di Era Digital”.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para insan pers dalam menghadapi disrupsi informasi dan memanfaatkan platform digital secara profesional.
Acara yang berlangsung di Ruang Sekretariat PWI Talang Ubi Pendopo Kamis (14/5) ini dihadiri oleh puluhan wartawan dari berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun online yang bertugas di wilayah Kabupaten PALI.
M Anasrul DN, S.Pd.I.,M.Pd ketua panitia penyelenggara mengapresiasi seluruh insan pers yang telah berperan aktif dalam mengikuti acara workshop PWI.
“Kami ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media, semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menambah ilmu pengetahuan kita tentang dunia digitalisasi yang kini menjadi pondasi utama dalam penyampaian berita kepada publik.” Kata Anas
Ketua PWI PALI, Joko Sadewo, SH.,MH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa di era digital saat ini, media sosial bukan lagi sekadar tren, melainkan alat kerja yang krusial bagi jurnalis.
“Jurnalis dituntut tidak hanya mahir menulis berita, tetapi juga harus mampu mengemas dan mendistribusikan informasi tersebut melalui media sosial dengan cara yang menarik namun tetap memegang teguh kode etik jurnalistik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa workshop ini merupakan bentuk komitmen PWI PALI dalam mengedukasi insan pers agar tetap relevan di tengah persaingan informasi yang sangat cepat.
“Kita ingin wartawan di PALI tidak hanya menjadi penonton, tapi menjadi pemain kunci dalam penyebaran informasi yang akurat di platform digital,” imbuhnya.


Workshop yang digelar pada pukul 10.00 WIB ini menghadirkan Bung Fatkurohman,S.Sos atau lebih dikenal (bung FK) narasumber ahli di bidang digital journalism yang memaparkan materi mulai dari strategi content creator, algoritma media sosial, hingga teknik verifikasi data di internet.
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi tentang hukum dan cara optimal pembuatan konten kreatif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas produk jurnalistik di Kabupaten PALI semakin meningkat dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan audiens milenial serta gen-Z yang mayoritas mengakses informasi melalui gawai.
Acara ditutup dengan pembagian cindera mata dari PWI PALI kepada beberapa peserta yang berperan aktif dalam sesi tanya jawab, kemudian dilajutkan dengan sesi foto dan makan bersama sebagai bentuk wujud kebersamaan insan pers di Bumi Serepat Serasan. (FR)















