LOM.COM, PALI – Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Qur’an pada Rabu (20/5/26). Bukan sekadar seremoni tahunan, momen Takhrij siswa-siswi SMP dan SMA Amania tahun ini terasa begitu istimewa karena bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 pondok pesantren Nurul Qur’an.

Acara yang berlangsung dilapangan sepak Bola Pondok Pesantren Nurul Qur’an Desa Betung Selatan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), juga merupakan Haflah ke-24 yang Mengusung tema “Generasi Yang Beriman dan Beramal Kunci Kesuksesan Sejati”.
Acara ini juga mengombinasikan tiga agenda sekaligus: Wisuda Tahfidz, Takhrij (kelulusan), dan Pentas Seni yang memukau.
Berdasarkan investigasi tim media dilapangan, bahwa ditahun ini, Ponpes Nurul Qur’an resmi melepas 108 santri, yang terdiri dari: 46 siswa tingkat SMP Amania, dan 62 siswa tingkat SMA Amania.
Di hadapan para wali santri dan tamu undangan, KH. Aman Rohman, SQ.,S.Ag Ketua Yayasan pondok pesantren memberikan apresiasi khusus kepada sejumlah santri dan santriwati yang sukses menyelesaikan hafalan 1 hingga 2 juz Al-Qur’an. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen pesantren dalam membumikan Al-Qur’an di hati generasi muda.
“Kegiatan ini bukan hanya seremoni tahunan, tetapi juga menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an serta menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Aman Rohman Pimpinan Ponpes Nurul Qur’an dalam sambutannya yang penuh pesan mendalam.
“Semoga para santri yang diwisuda dapat menjadi generasi penerus yang membanggakan agama, keluarga, dan masyarakat,” tambahnya.
Lebih jauh, Aman Rohman juga menjelaskan, bahwa acara tahun ini sengaja pihak sekolah tidak memakai bahasa pelepasan, akan tetapi memakai bahasa yang lebih populer dikalangan Santri.
“Kami tidak memakai bahasa Pelepasan siswa, karena kami tidak ingin berpisah, kami tetap ingin mengajak, mengajari dalam kebaikan, maka kami memakai istilah TAKHRIJ yaitu keluar dari tempat yang baik menuju kepada yang lebih baik, pindah dari tempat yang taat menuju kepada tempat yang lebih baik, seperti orang yang keluar dari rumah menuju ke rumah Allah.” Ujar Aman Rohman Optimis


Mengakhiri sambutannya Aman Rohman menyikapi sebuah tantangan ditengah sulitnya ekonomi saat ini, hingga banyak generasi muda yang terhenti ditingkat Sekolah Menengah Atas saja.
“Pondok Pesantren Nurul Qur’an tidak hanya menyiapkan jenjang pendidikan ditingkat SMP dan SMA, namun kami telah menjalin kerjasama dengan Universitas Terbuka SALUT Sriwijaya untuk membuka kuliah dengan segala jurusan. Hal ini tentu akan mempermudah kuliah online maupun ofline cukup hanya di Desa Betung Selatan saja.” Tutup Aman Rohman
Keberhasilan Ponpes Nurul Qur’an dalam mendidik generasi muda, mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Terlihat dari jajaran pejabat penting yang menghadiri acara ini, yakni. Bupati PALI yang diwakili oleh Supawi, S.Pd., MT (Staf Ahli Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan SDM), Mohamad Reza Pahlevi (Camat Abab), H. Darlani (Kepala Desa Betung Selatan), Edi Eswandi (mewakili Kadin Dinas Pendidikan), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Abab, Dinas Kesehatan, tokoh masyarakat, serta ratusan wali siswa.
Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan agama dan pemerintah daerah sangat krusial dalam membangun sumber daya manusia yang unggul secara intelektual dan spiritual.
Tidak hanya dipenuhi prosesi formal yang sakral, acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan pentas seni kreasi dari para santri. Mulai dari seni islami hingga pertunjukan bakat lainnya sukses memukau dan mengundang tepuk tangan riuh dari para undangan yang hadir.



Di katakan Muhammad Fathan Akbar, S.T.,M.U.D Lulusan S2 akademik Master of Urban Design, yang merupakan Kepala SMP Amania. Bahwa Pentas Seni bukan hanya sekedar panggung kegembiraan, namun terdapat sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi mentalitas siswa.
“Pentas seni ini secara tidak langsung merupakan pengembangan potensi bakat seni dan keterampilan siswa sebagai penopang keberhasilan yang tidak hanya menghasilkan kreasi seni yang kompak namu, sekaligus sebagai pelatihan tampil ketika berada di depan orang banyak”. Kata Akbar
Acara yang berlangsung hangat itu kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan masa depan para alumni, dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara wisudawan, keluarga, dan jajaran dewan guru.
Air mata haru dan senyum bangga dari para orang tua menjadi penutup yang manis bagi perjalanan 27 tahun Ponpes Nurul Qur’an dalam mencetak generasi penerus bangsa.(FR)















