LON.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan Museum Marsinah yang berlokasi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada hari ini, Sabtu (16/5).
Peresmian ini menandai penghormatan tertinggi negara terhadap sosok Marsinah, pahlawan buruh yang menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa pendirian museum ini bukan sekadar untuk mengenang masa lalu, melainkan sebagai pengingat bagi generasi mendatang tentang pentingnya keadilan sosial dan perlindungan terhadap tenaga kerja.
“Marsinah adalah simbol keberanian yang tidak akan luntur oleh waktu. Museum ini didirikan agar kita semua, terutama para pembuat kebijakan dan pelaku industri, selalu ingat bahwa di balik roda ekonomi yang berputar, ada hak-hak kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi,” ujar Presiden di hadapan para tamu undangan, termasuk perwakilan serikat buruh dan keluarga almarhumah Marsinah.
Museum Marsinah sendiri mengoleksi berbagai memorabilia, dokumentasi perjuangan buruh di era 90-an, serta replika perjalanan hidup Marsinah hingga akhir hayatnya. Presiden berharap fasilitas ini dapat menjadi pusat edukasi bagi aktivis, akademisi, dan masyarakat umum untuk mempelajari sejarah gerakan buruh di tanah air.
“Kita ingin bangsa ini besar karena menghargai jasa mereka yang berkorban demi keadilan. Kesejahteraan buruh adalah pilar stabilitas nasional,” tambah Presiden. Dikutif dari siaran langsung TVRI
Peresmian ini disambut haru oleh pihak keluarga. Marsini, kakak kandung Marsinah, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah atas perhatian yang diberikan. Sementara itu, sejumlah pimpinan serikat buruh yang hadir menilai langkah ini sebagai sinyal positif komitmen pemerintah dalam mendengarkan aspirasi pekerja di era baru.
Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Prabowo, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke dalam galeri museum. Fasilitas ini mulai dibuka untuk umum mulai besok dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai sejarah panjang perjuangan hak-hak buruh di Indonesia. (Red)















