Menembus Batas Panggung Dakwah: Perjalanan Panjang Ustadz Yayan Usmansyah Bersama Amin Sahabat Setianya Menebar Kebaikan

banner 120x600

Liputanokenews.com. RABU, (12/8/2026). Perjalanan dakwah bukanlah tentang seberapa lama seseorang berdiri di bawah sorotan lampu panggung, melainkan tentang seberapa tulus istiqomah menjaga amanah yang telah dititipkan. Perjalanan inspiratif inilah yang direfleksikan kembali oleh seorang dai kreatif berkarakter khas, Ustadz Yayan Usmansyah yang akrab disapa akrab di panggung nasional sebagai Dai Rasya.

Momen Da’i Rasya saat menyampaikan tausiyah “Hikmah Tempe Mentah” di Televisi swasta MNCTV

Tepat pada tahun 2014, sebuah amanah besar dipercayakan melalui ajang Da’i Muda MNC TV. Ajang pencarian bakat dakwah tingkat nasional tersebut menjadi titik awal lahirnya kiprah keagamaan yang konsisten menyapa umat. Menariknya, di atas panggung nasional hingga berbagai mimbar pelosok negeri, Ustadz Yayan atau Dai Rasya memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya begitu dicintai berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa: beliau berdakwah dengan memadukan pesan-pesan Islami yang mendalam bersama kehadiran boneka yang imut dan interaktif.

Namun, di balik keunikan metode dan keberhasilan bertahan serta terus menebar manfaat hingga tahun 2026 ini, terselip sebuah pengakuan mendalam bahwa pencapaian tersebut bukanlah hasil kerja keras seorang diri.

Dalam refleksi syukurnya, ia menegaskan bahwa konsistensi dakwah yang terjaga hingga kini merupakan buah dari sinergi dan dukungan luas berbagai pihak, di antaranya: Keluarga dan Sahabat. Sebagai benteng dukungan emosional terdekat yang selalu mengiringi setiap langkah perjuangan. Para Guru di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum: Fondasi keilmuan dan akhlak yang membentuk karakter dakwah yang santun dan mencerahkan. Masyarakat Air Itam dan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI): Simbol dukungan nyata dari pemerintah daerah. Masyarakat Desa Rambutan, Banyuasin: Komunitas akar rumput yang turut membersamai proses perjuangan. Seluruh Masyarakat Sumatera Selatan dan Berbagai Daerah: Jaringan umat yang senantiasa mendoakan dan memberikan energi positif di setiap majelis.

Melalui metode dakwah yang ramah anak dan penuh keceriaan bersama boneka kesayangannya, Ustadz Yayan membuktikan bahwa syiar Islam bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan tanpa mengurangi esensi ajaran agama. Bagi beliau, panggung televisi, mimbar desa, hingga gelaran dakwah interaktif bukanlah sekadar tempat untuk berbicara, melainkan ladang amal untuk menanam kebaikan. Setiap pesan moral dan agama yang tersampaikan diyakini menjadi bentuk pahala jariyah.

“Amanah tersebut masih saya pegang agar menjadi pahala jariyah ketika kebaikan bisa saya bagikan dalam dakwah, maka pahalanya pun insyaallah akan mengalir kepada semua yang mendukung.” Tulis Rasya melalui akun Facebooknya Da’i Rasya Mnc

Yayan Usmansyah (Da’i Rasya Mnc)

Memasuki tahun 2026, ungkapan terima kasih yang tulus kembali disuarakan kepada seluruh pihak yang tidak pernah lelah membersamai. Perjalanan Ustadz Yayan Usmansyah alias Dai Rasya membuktikan bahwa dakwah yang berakar dari ketulusan, dibalut kreativitas, serta didukung oleh kolaborasi umat akan mampu bertahan, menginspirasi, dan terus menghidupkan senyuman dalam setiap risalah kebaikan.(FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *