LON.COM, PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) resmi meluncurkan program strategis “Tutus TB” (Temukan dan Terapi untuk Berantas Tuberkulosis) melalui skrining mandiri. Langkah progresif ini digelar di halaman Puskesmas Kecamatan Abab pada Kamis (16/7/2026) pagi, sebagai bagian dari komitmen nyata menuju target Indonesia eliminasi TB pada tahun 2030.

Program ini digerakkan secara masif dengan melibatkan 9 puskesmas di seluruh Kabupaten PALI. Sebagai langkah awal, acara peluncuran ini menghadirkan langsung 45 pasien TB serta 45 kader pendamping dari setiap wilayah puskesmas untuk memperkuat pengawasan di tingkat tapak.
Mewakili Bupati PALI, Asisten I Ir. H. Andre Fajar Wijaya, S.Si., menegaskan bahwa posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban TB terbesar di dunia menjadi pekerjaan rumah besar. Oleh karena itu, Pemkab PALI berkomitmen penuh untuk menekan angka kasus tersebut secara drastis.
Dalam sambutannya, Andre menginstruksikan seluruh jajaran pelayanan kesehatan untuk mengubah pola kerja dari pasif menjadi aktif.
“Puskesmas harus jemput bola! Jangan hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan baru ditangani. Petugas dan kader yang harus mendatangi rumah warga agar pengawasan obat betul-betul terlaksana dengan baik,” tegas Andre di hadapan para undangan.


Ia juga memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan pasien TB ditanggung penuh oleh pemerintah alias gratis sampai sembuh total, sehingga tidak ada alasan bagi pasien untuk putus obat.
Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Muhamad Kazrin Faruk, SKM., MM., menekankan bahwa perang melawan TB tidak bisa dimenangkan oleh sektor kesehatan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara Dinas Kesehatan, pemerintah desa, hingga komunitas masyarakat.
“Perlu adanya kerja sama yang baik dari pihak keluarga untuk mengawasi pasien secara ketat, terutama dalam rutinitas meminum obat,” ujar Kazrin saat diwawancarai oleh awak media.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PALI, Ernawati, SKM., M.Kes., menjelaskan bahwa timnya siap bergerak cepat setiap kali menerima laporan dari warga.


“Begitu ada informasi dari masyarakat mengenai indikasi gejala TB, kami langsung lakukan tindakan pencegahan dan pendampingan intensif hingga pasien benar-benar dinyatakan sembuh,” jelas Erna.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada namun tidak mendiskriminasi pasien, dengan menjaga jarak komunikasi yang aman serta memperhatikan higienitas karena TB merupakan penyakit yang mudah menular melalui udara.
Selain seremonial peluncuran, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi mendalam mengenai bahaya dan penanganan TB yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan PALI, Wantoro, SKM., M.Kes. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap proses pemulihan fisik pasien, acara ditutup dengan pembagian paket makanan bergizi kepada 45 pasien TB yang hadir.
Agenda penting ini turut dihadiri oleh Kasat Pol PP Syahrulludin, ST., M.S.I., Camat Abab Mohammad Reza Fahlevi, SE, Penghulu KUA Abab Haris Munandar, S.H.I., Koordinator sekret Bawaslu Adi Kurniawan, S.AP., M.Si, Dewan Pendidikan Ramlan Setiawan, S.Pd, perwakilan Polsek Penukal Abab, perwakilan Pertamina Hulu Rokan (PHR), serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab PALI. (FR)















