Menggali Makna di Balik Gerimis: Tradisi Sedekah Dusun Desa Pengabuan yang Tak Lekang oleh Zaman

banner 120x600
banner 468x60

LON.COM, PALI – Hujan deras yang mengguyur sejak pagi tak mampu menyurutkan kehangatan di Desa Pengabuan Timur, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pada Kamis (25/6/2026), desa ini kembali berdenyut dalam harmoni tradisi tahunan: Sedekah Dusun. Sebuah ritual kuno yang bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan rasa syukur kepada Sang Pencipta dan penghormatan mendalam bagi para leluhur.

Di tengah rintik hujan, antusiasme warga justru membuncah. Mulai dari tetua adat yang sarat pengalaman hingga anak-anak kecil yang menatap penuh rasa ingin tahu, semuanya membaur menjadi satu. Cuaca buruk terbukti kalah oleh ikatan spiritual dan kebersamaan masyarakat.

Ritual sakral ini dibuka dengan prosesi yang menggetarkan hati: penurunan dan pencucian benda pusaka peninggalan leluhur. Setiap bilah pusaka yang dibersihkan seolah mencerminkan tekad warga untuk menyucikan hati, memohon keselamatan, dan mengenang kembali jasa para pendiri desa yang menorehkan sejarah di tanah Pengabuan Timur.

Tak hanya itu, suasana kian hidup dengan unjuk kemahiran pencak silat dan gemulainya Tari Burung Putih, sebuah kesenian lokal yang menjadi simbol kekayaan estetika desa setempat.

Kepala Desa Pengabuan Timur, Ivey Sastara, Am.Kep., menegaskan bahwa Sedekah Dusun adalah komitmen lintas generasi.

“Tradisi ini mempertemukan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh adat, agama, pemuda, hingga pemerintah desa. Ini adalah identitas kita. Melalui kegiatan ini, kebersamaan dan persaudaraan dapat terus terjalin dengan baik,” ungkapnya sembari menyampaikan apresiasi mendalam atas gotong royong seluruh warga dan panitia.

Apresiasi senada datang dari Pemerintah Kabupaten PALI melalui perwakilan Dinas Kebudayaan dan Cagar Budaya, Ahmad Fajri. Meski Kepala Dinas berhalangan hadir karena agenda kedinasan di Palembang, pesan yang dititipkan sangat jelas:

“Tradisi seperti Sedekah Dusun merupakan warisan budaya yang sangat berharga. Ini harus diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama.”

Keberhasilan acara ini juga menjadi bukti nyata sinergi yang kuat di tingkat tapak. Pantauan di lokasi menunjukkan kehadiran berbagai elemen penting, mulai dari Camat Abab beserta jajaran, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan dunia usaha seperti PT GBS dan PT Pertamina EP Adera Field.

Pada akhirnya, Sedekah Dusun di Desa Pengabuan Timur memberikan kita sebuah pelajaran berharga: di era modernisasi yang bergerak cepat, akar budaya dan nilai gotong royong adalah fondasi kokoh yang menjaga sebuah komunitas tetap bersatu, tangguh, dan tahu cara berterima kasih kepada bumi dan sejarahnya.(FR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *