LIPUTANOKENEWS.COM, PALI – Kabar gembira datang dari Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)! Dua wilayah, yaitu Kelurahan Handayani Mulia dan Desa Suka Maju, resmi dinyatakan layak untuk dikembangkan sebagai lokus unggulan Program Satu Desa Satu Produk atau OVOP (One Village One Product). Penetapan ini dilakukan melalui kegiatan visitasi dan verifikasi lapangan yang digelar pada Selasa (15/9/2026).
Kegiatan verifikasi dipimpin langsung oleh Kamriadi, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Kabupaten PALI, mewakili Bupati PALI. Turut mendampingi tim, Kepala Dinas Pertanian Ahmad Jhoni, Kepala Dinas Perikanan Ali Sadikin, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Raden Abdurrohman, beserta Plt. Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten PALI.
Di Desa Suka Maju, tim disambut hangat oleh Kepala Desa Rudidi beserta perangkat desa, kelompok masyarakat, dan para pembudidaya setempat, dan turut mendampingi tim dalam peninjauan di desanya
Di Kelurahan Handayani Mulia, tim memuji keberhasilan warga dalam mengelola pertanaman cabai dan budidaya padi dalam ember yang dikenal dengan sebutan Budikdamber. Tanaman terlihat tumbuh subur dan terawat dengan sangat baik. Kegiatan ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan daerah sekaligus langkah efektif menekan laju inflasi.
Selain itu, terdapat kolam ikan yang belum terpakai namun memiliki potensi luar biasa. Tim berharap Dinas Perikanan PALI dapat segera menyalurkan bantuan benih dan indukan ikan, sehingga potensi tersebut dapat segera memberi manfaat bagi warga.
Sementara itu, Desa Suka Maju memukau tim dengan hamparan lahannya yang sangat subur dan berpotensi besar menjadi sentra produksi berbasis tanaman pangan dan hortikultura. Ke depannya, desa ini diarahkan untuk mengembangkan budidaya ubi kayu dan pisang, yang nantinya akan diolah menjadi produk bernilai jual tinggi seperti keripik pisang dan tepung MOCAF.
“Ini peluang besar untuk meningkatkan pendapatan warga sekaligus membuka lapangan kerja baru,” ujar salah satu anggota tim.
Tim juga menekankan pentingnya menjamin ketersediaan air yang berkelanjutan, agar seluruh rencana pengembangan dapat berjalan lancar. Tak hanya pertanian, peternakan kambing milik warga yang dikelola dengan rapi juga dinilai berpotensi menjadi penopang ekonomi keluarga yang menjanjikan.
Berdasarkan hasil peninjauan, tim menyimpulkan, Handayani Mulia dan Suka Maju resmi dinyatakan layak dikembangkan sebagai lokus OVOP dengan basis pertanian, perikanan, dan perkebunan.
Sementara itu taman Cabai, padi, ubi kayu, pisang, dan ikan menjadi komoditas andalan yang strategis untuk ketahanan pangan daerah.
Sediakan untuk Perikan segera difasilitasi bantuan benih dan indukan ikan untuk kolam warga di Handayani Mulia.
Di Desa Suka Maju, akan dipetakan kebutuhan sumber air serta diberikan pendampingan teknis budidaya dan pengolahan pascapanen, serta fokus pengembangan tidak hanya pada produksi bahan baku, tetapi juga pada pengolahan, pemasaran, dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Kepala Desa Suka Maju, Rudidi, menyambut gembira berita ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten PALI atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Desa Suka Maju untuk ditetapkan sebagai lokus OVOP. Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami,” ucap Rudidi dengan semangat saat mendampingi tim.
Rudidi juga mengajak seluruh warga untuk bersatu dan bekerja sama. “Saya memohon dukungan dari semua pihak, terutama warga Desa Suka Maju, agar kita bersama-sama mewujudkan desa ini menjadi desa unggulan yang membanggakan.” Harapnya. (Red)














